idkript - Pasar kripto global mengalami koreksi tajam pada Senin kemarin, menghapus hampir $182 miliar dari total kapitalisasi pasar hanya dalam waktu 24 jam. Bitcoin, sebagai aset digital utama, jatuh hampir 5% ke level terendah $105.540 sebelum sedikit pulih di $107.149. Nilai total pasar kripto kini berada di kisaran $3,6 triliun, menandakan sentimen investor yang rapuh di tengah meningkatnya ketidakpastian dari Bank Sentral AS, Federal Reserve.
Penurunan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga pada Desember belum tentu terjadi. Pernyataan tersebut meredam optimisme investor terhadap pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat. Sebelum pernyataan Powell, pasar memperkirakan peluang pemotongan suku bunga mencapai 96% pada pertemuan FOMC Desember — angka itu kemudian turun drastis menjadi di bawah 70%, menurut analis eToro, Simon Peters.
Perubahan sentimen ini menjalar ke pasar keuangan global. Indeks saham melemah, imbal hasil obligasi naik, dan aset digital mengalami tekanan besar. Kehilangan momentum mendadak di pasar kripto menunjukkan betapa eratnya keterkaitan sektor ini dengan ekspektasi makroekonomi, terutama terhadap likuiditas dan selera risiko global.
Menurut data CoinGlass, penurunan harga tersebut memicu likuidasi lebih dari $1 miliar dari 303.000 posisi perdagangan. Kontrak berjangka Bitcoin dan Ethereum menjadi yang paling terpukul, menyoroti tingginya leverage dalam aktivitas spekulatif baru-baru ini. Banyak trader yang terpaksa menutup posisi mereka karena panggilan margin yang beruntun mempercepat penurunan harga.
Menambah tekanan, data dari DefiLlama menunjukkan bahwa dana yang keluar dari ETF Bitcoin mencapai $800 juta minggu lalu. Hal ini menunjukkan bahwa investor institusional tengah mengunci keuntungan atau mengalihkan eksposur dari produk spot di tengah kondisi likuiditas yang semakin ketat. Perilaku ini menandai langkah hati-hati setelah berbulan-bulan arus masuk besar yang sebelumnya mendorong Bitcoin ke rekor tertinggi tahun ini.
Meski begitu, sejumlah analis menilai bahwa koreksi ini bisa menjadi jeda sementara, bukan awal dari tren bearish jangka panjang. “Pasar masih dalam kondisi fundamental yang sehat,” ujar Tom Lee dari Fundstrat Global Advisors kepada CNBC. Ia percaya bahwa fase konsolidasi Bitcoin hampir selesai dan mata uang ini bisa kembali naik sebelum akhir tahun, didorong oleh aktivitas on-chain yang kuat serta pertumbuhan pasar stablecoin.
Stablecoin seperti USDT, USDC, dan FDUSD terus mengalami ekspansi, dengan total pasokan mencapai lebih dari $170 miliar pada 2025. Basis likuiditas ini sering menjadi penopang utama yang memungkinkan modal kembali ke aset berisiko ketika kondisi makro membaik. Banyak analis menganggap faktor ini sebagai landasan penting bagi momentum pasar di masa depan.
Simon Peters juga menyoroti bahwa data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Rabu ini bisa menjadi faktor penentu. “Tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja dapat memperkuat ekspektasi pemotongan suku bunga Desember dan memulihkan sentimen risk-on di pasar kripto,” ujarnya. Jika pertumbuhan pekerjaan melambat atau tekanan upah menurun, The Fed bisa bersikap lebih akomodatif — yang biasanya mendorong aset berisiko seperti kripto.
Namun volatilitas tetap tinggi. Indeks Volatilitas CBOE (VIX) naik ke level 21,5 — tertinggi sejak akhir September — sementara volatilitas tersirat untuk opsi Bitcoin melonjak lebih dari 15% dalam satu sesi. Lonjakan aktivitas lindung nilai ini menandakan bahwa pelaku pasar memperkirakan fluktuasi harga yang lebih besar ke depan.
Sementara itu, sebagian investor justru melihat peluang di tengah kekacauan. “Likuiditas kemungkinan akan meningkat kembali dalam beberapa minggu ke depan,” tulis David Brickell dan Chris Mills dari London Crypto Club. Mereka memperkirakan Bitcoin akan “terhubung kembali dengan tren risiko global” dan “menguji kembali rekor tertingginya” jika kondisi makro mulai stabil.
Pandangan ini sejalan dengan keyakinan jangka panjang pelaku institusional bahwa kripto tetap menjadi aset masa depan, didorong oleh adopsi global, regulasi yang membaik, dan inovasi teknologi berkelanjutan. Dengan halving Bitcoin berikutnya yang mendekati fase pertengahan siklus pada 2028 dan aliran dana baru ke sektor blockchain, prospek jangka panjang tetap positif meskipun ada guncangan jangka pendek.
Untuk saat ini, anjloknya $182 miliar menjadi pengingat kuat bahwa volatilitas adalah bagian alami dari dunia kripto — dan bahwa nasibnya sangat terkait dengan kebijakan bank sentral. Ketika kehati-hatian Powell menggema di seluruh pasar, para trader kini menunggu setiap rilis data dan pernyataan kebijakan, sadar bahwa garis antara ketakutan dan optimisme dapat berubah hanya dengan satu kalimat dari The Fed.
Sumber:
-
DL News
-
CoinGlass
-
DefiLlama
-
CNBC
-
Bloomberg

Komentar
Posting Komentar